Posted by: zkwn | June 26, 2008

aturan dan tekanan perusahaan kah

Saat ini saya bekerja di salah satu Perusahaan swasta di Jakarta (bisa dibilang general kontraktor); kurang lebih kurun waktu 2 th lebih kami tidak ada kenaikan gaji, tidak lama ini perusahaan kami memberlakukan aturan-aturan yang menurut saya semua pressure ke karyawan, contohnya:

1. masalah uang dinas & makan luar kota

uang dinas luar kota staaf 100 rb/ sekali perjalanan dinas, uang makan luar kota staff 75 rb permalam

artinya: ” jika saya pergi ke luar kota selama 4 hari maka saya mendapat : 100.000 + (3 hr x 75.000) = 325.000,- karena saya diluarkota dihitung 3 malam”

2. Pemotongan Cuti

dikantor diberlakukan dalam setahun ada 12 hr cuti. karena dl 1 th ada hari besar sehingga cuti yang dapat diambil untuk kepentingan pribadi berjumlah 6 hr. namun yang ironisnya jika saya ijin misalkan harus menunggu anak/ istri dirumah karena sakit maka perijinan tsb secara otomatis dipotong cuti berapa hari kita ijin arti kata ” jika saya ijin 3 hr untuk istri anak sakit jadi jatah cuti saya tinggal 3 hr”

gimana kalau anak istri sakit 7 hr…..?

3. pemotongan gaji

di kantor juga diberlakukan pemotongan gaji JIKA KARYAWAN TIDAK MASUK TANPA KETERANGAN

maka diberlakukan pemotongan gaji = take home pay : 22 hr x (B) hr tdk masuk

tidak hanya itu langsung potong cuti + SP 1 dst

menurut saya perusahan kami ini kerja berdasarkan target perusahaan tapi gimana kok ………. apa sudah waktunya berlaku kebijakan itu. saya sadar aturan dibuat untuk kebaikan tapi buat perusahan bergerak dibidang seperti general kontraktor agak kurang pas. karena pada kenyataannya suatu saat perusahaan tidak ada proyek maka karyawan tidak ada kerjaan sama sekali dan sebaliknya jika ada tender dan ada kontrak kerja maka kami kerja siang malam ngejar target…..

buat rekan …… menurut pendapanya gimana …..plz kasih pandangan trima kasih


Responses

  1. Kerja di mana pak?

    Makasih yah udah mampir k blog saia :lol:

  2. salam kenal …
    makasih ya dah mampir di blog sy :p
    wah memang skrg banyak perusahaan yg tidak memberikan kenyamanan bagi karyawannya perusahaan hanya tau kt harus bekerja baik tanpa memperhatikan kept karyawannya padahal itu sangat berpengaruh sekali thdp produktivitas kerja tp cari kerjaan yg sesuai dg keinginan kt jg sangat sulit paling sebagai karyawan mesti bisa sabar klo mau tetap bekerja yah mungkin lebih baik coba2 apply ktempat lain klo ada kesempatan dapat kerjaan yg lebih baik kenapa ga dicoba…

  3. salam kenal oom…
    makasih kemarin udah mampir ke blog saya.
    Kalo di tempatku bekerja (salah satu galangan kapal BUMN di surabaya)

    1. Uang makan & uang dinas –> dihitungnya per hari, bukan per perjalanan dinas, dan itupun masih tergantung jarak dari kota surabaya, semakin jauh maka nominalnya juga beda, dan tergantung keperluan dinasnya, kalo utk seminar nominalnya lebih sedikit dibanding kalo harus survey kapal.

    2. Cuti tahunan –> 12 hari kerja/tahun, tapi tiap bulan ada kelonggaran 2 kali ijin utk keperluan keluarga/pribadi. Selebihnya ya dianggap ijin biasa.

    3. Pemotongan gaji –> gak ada pemotongan gaji, bila kita ijin lebih dari jatah, asalkan ada surat ijin yang di paraf oleh pejabat dua (2) tingkat di atas kita.

    Mungkin tiap rumah tangga (perusahaan) menerapkan peraturan2 yang berbeda dan tidak bisa di generalisir, terutama untuk peraturan2 teknis asalkan tidak menyalahi peraturan pemerintah.

  4. mampir..mampir..punten ya kang…

    potong gaji ya..
    bener banget tuh…ga level deh..tuntutan perusahaan sama kewajiban perusahaan ke karyawannya ga imbang…


Leave a response

Your response:

Categories